Thursday, July 3, 2014

Black Market

Sejak pertengahan tahun 2000, komunitas hacker secara stabil tumbuh dan berkembang, dan telah mempunyai “pasar” sendiri yang disebut Pasar Gelap atau Black Market. Sama seperti dengan pasar tradisional lainnya, Black Market juga melakukan kegiatan ekonomi. Hanya saja, transaksi yang dilakukan adalah transaksi ekonomi ilegal, yang bahkan bisa lebih menguntungkan daripada penjualan obat terlarang, narkoba, dan lainnya.

Kegiatan ekonomi yang terjadi di dalam Black Market di luar jalur yang diakui pemerintah. Transaksi pasar gelap biasanya terjadi "di bawah meja" sehingga penggunanya dapat menghindari kontrol harga dari pemerintah atau pajak. Pasar gelap juga merupakan tempat di mana zat-zat atau produk seperti obat-obatan dan senjata api diperdagangkan secara ilegal dengan pengendalian yang sangat ketat. Pasar gelap bergerak seperti di jalan bebas hambatan diperekonomian, karena mereka adalah pasar bayangan di mana kegiatan ekonomi tidak tercatat dan pajak tidak dibayar. Beberapa orang mungkin menghindari pasar gelap karena mereka menganggap itu sesuatu yang buruk, namun tidak sedikit juga yang memanfaatkan “wadah ini”

Barang atau jasa yang diperjual-belikan bisa ilegal atau tidak baik untuk dimiliki atau diperdagangkan melalui jalur-jalur yang legal. Transaksi Black Market tidak diperbolehkan untuk beroperasi di dalam perekonomian formal, meskipun begitu Black Market mempunyai dukungan dari kekuatan tertentu untuk menyokong kegiatan ilegal tersebut. Tujuan dari Black Market adalah untuk melakukan perdagangan barang selundupan, menghindari pajak, atau mengendalikan harga.

Menurut FBI, organisasi kejahatan cyber beroperasi seperti perusahaan, dengan para ahli khusus di setiap daerah dan posisi. Namun tidak seperti kebanyakan perusahaan, mereka tidak memiliki jadwal, hari libur atau akhir pekan. Berikut adalah beberapa posisi yang berada di balik Black Market (sumber: Panda Security Report-The Cyber-Crime Black Market: Uncovered):

  1. Programmers, orang yang mengembangkan dan mengekploitasi malware yang digunakan untuk cyber-crime.
  2. Distributors, orang yang memperdagangkan dan menjual data hasil curian serta sebagai penjamin barang-barang yang disediakan oleh orang yang ahli dibidangnya.
  3. Tech experts, orang yang menjaga infrastruktur perusahaan kriminal IT tersebut, termasuk server, eknripsi, teknologi, database, dan lain-lain
  4. Hackers, orang yang bertugas untuk mencari dan menyebarkan kelemahan-kelemahan aplikasi, sistem, dan jaringan
  5. Fraudsters, orang yang bertugas membuat dan mengirimkan berbagai skema teknik sosial seperti phising dan spam.
  6. Hosted systems providers, orang yang menawarkan hosting yang aman dari server dan situs yang mempunyai konten illegal
  7. Cashiers, orang yang mengatur akun serta bertindak sebagai penyedia nama dan akun untuk pelaku tindak kejahatan lain dengan imbal berupa bayaran
  8. Money mules, orang yang menuntaskan transfers antara akun bank. Posisi ini kadang menggunakan visa pelajar atau bekerja ke Amerika Serikat untuk membuka rekening bank.
  9. Tellers, orang yang bertugas untuk melakukan transfer dan pencucian uang secara sah dengan layanan digital currency dan mata uang negara lain.
  10. Organization Leaders, orang yang mempunyai skill teknis yang mumpuni untuk mengumpulkan tim dan memilih target-target mereka.

Barang dan Jasa yang diperdagangkan di dalam Black Market, antara lain (sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Black_market):
  1. Sexual exploitation and forced labor
  2. Illegal drugs
  3. Prostitution
  4. Weapons
  5. Illegally logged timber
  6. Animals and animal products
  7. Alcohol
  8. Tobacco
  9. Biological organs
  10. Racketeering
  11. Transportation providers
  12. Counterfeit medicine, essential aircraft and automobile parts
  13. Copyrighted media
  14. Currency
  15. Fuel


No comments:

Post a Comment